Selasar Sunaryo Art Space
Bandung, ID
2002
Selasar Sunaryo Art Space residency in Bandung is a part of Unesco-Aschberg International Fund for The Promotion of Culture program and in the occasion, Carolyn Black, an artist from Bristol, UK, was selected to participate. Doing personal and collaborative project, Carolyn gave lectures and discussions, and eventually made a collective presentation after three months working period. Bandung Center for New Media Arts participate in the project as a counter-part of Selasar Sunaryo Art Space in giving technical assistant to everyone involved in the project. The final presentation was titled After The (F)act.
Visiting Artist:
Carolyn Black
Assistant:
Prilla Tania
Collaborator:
Ruangrupa, Jakarta (Ade Darmawan, Anggun Priambodo), Biosampler (Sulasmoro, Edi Khemod, Conad, Pumpung Wratmoko, Punjung Wratsongko, Hendy Hertiasa, Niang Joedawinata, Irwan B. Dermawan), Bandung Center for New Media Arts (Gustaff H. Iskandar, R.E. Hartanto, Reina Wulansari).
Related Link:
Carolyn Black: Residency in Java
After the F(act)
International Artist in Residence Program 2002
Penyelenggara: Unesco – Aschberg Bursaries, Yayasan Kelola, Selasar Sunaryo Art Space, bekerja sama dengan Lawang Art Foundation, Departemen Seni Murni FSRD ITB, Bandung Center for New Media Arts dan Ruangrupa.
Latar Belakang
Program residensi seniman adalah aktivitas di bidang seni budaya yang dilangsungkan dengan cara mengundang seniman dari wilayah geografis yang lain untuk tinggal dan bekartja di suatu lingkungan yang spesifik dalam jangka waktu tertentu. Program ini biasanya dilaksanakan oleh lembaga- lembaga seni budaya seperti galeri, rumah pertunjukan, institusi seni dan lain- lain, yang biasanya dirancang berdasarkan asumsi bahwa kondisi sosial budaya suatu tempat sangat berpengaruh terhadap kreativitas dan proses berkarya seorang seniman.
Saat ini, asumsi tersebut telah mengalami perluasan. Interaksi dengan kelompok sosial baru diharapkan bukan hanya melahirkan karya- karya baru, akan tetapi yang lebih hakiki lagi adalah kesadaran dari pihak- pihak yang berpartisipasi, bukan saja seniman, akan tetapi juga pengelola, kritikus seni, publik, dll dalam memahami dan menghargai keunikan & keberagaman manusia sebagai individu maupun kelompok, yang terwujud dalam cara kerja dan produk budayanya. Selama satu sampai dua dekade terakhir program residensi seniman internasional yang dilangsungkan di berbagai belahan dunia telah berupaya menggalang pemahamansilang budaya antar wilayah/ bangsa.
Visi & Misi
Semenjak awal dekade 90an UNESCO sebagai lembaga PBB yang bergerak di bidang seni budaya, merancang program residensi seniman internasional di beberapa negara di berbagai belahan dunia. Tahun ini Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) menjadi salah satu tuan rumah di Indonesia yang dipilih UNESCO untuk menyelenggarakan program tersebut.
Kerjasama SSAS dengan Lawang Art Foundation, Departement Seni Murni ITB, Bandung Center for New Media Arts, berniat mendorong terciptanya infrastruktur senirupa, yang membuka ruang eksplorasi, komunikasi dan jaringan kerja antar seniman di berbagai wilayah.
“Artist in Residence”
Carolyn Black, seorang seniman berkebangsaan Inggris, terpilih untuk tinggal dan bekerja di Bandung selama dua bulan, sejak 23 Agustus 2002. Selain dikenal sebagai seniman, Carolyn juga aktif sebagai kritikus dan organizer event seni rupa di Inggris. Tulisan- tulisannya telah diterbitkan oleh beberapa jurnal dan salah satunya mendapatkan penghargaan SWA Critical Writing Award. Saat ini tengah bekerja sebagai project manager sebuah event seni rupa international di Bristol.
Bentuk & Jadwal Kegiatan
Program ini dibagi menjadi beberapa sub kegiatan yang dirancang oleh pengelola program dan seniman terpilih, berdasarkan kebutuhan kedua belah pihak, yakni:
Proyek Personal 3 September – 3 October 2002
Lecture at ITB 18 September 2002
Workshop 6 – 17 Oktober 2002
Biosampler, Translingual [Bandung]. Ruangrupa [Jakarta].
Pameran 18 – 26 Oktober 2002
Di samping itu akan dilakukan beberapa penulisan & publikasi diberbagai media massa, dokumentasi video & photo, artist talk & diskusi, kunjungan ke berbagai organisasi/ institusi seni di Bandung & Yogyakarta serta post event production, yang akan menjadi media publikasi yang disebarkan ke institusi/ jaringan kerja internasional.






{ 0 comments… add one now }