Goethe Video Art 2004

in Screening

Common Room
Bandung, ID
June 2004


Pameran Seni Video 2004

Goethe Institut Jakarta bekerja sama dengan Bandung Center for New Media Arts dan Klab Baca – Tobucil kali ini menyelenggarakan acara khusus berupa pemutaran karya seni video. Adapun dalam acara ini, akan ditampilkan sekumpulan karya video dari para seniman Jerman yang menjadi nominator dalam acara Penghargaan Video Art Marl 2000-2002. Selain itu, sebagai program tambahan juga akan ditampilkan karya-karya video dari Bandung, Jakarta dan Bali.

Karya seni video dari Jerman merupakan kompilasi video para pemenang acara Penghargaan Video Art Marl periode 2000-2002 (Marler Video-Kunst-Preis 2000-2002), sebuah program acara 2 tahunan yang telah diselenggarakan 10 kali di Kota Marl di Jerman. Oleh karena itu, materi yang dipamerkan di sini tidak dapat dikatakan dapat menggambarkan perkembangan seni video terkini di Jerman. Namun, melalui materi pameran kali ini, setidaknya kita dapat melihat bagaimana medium video sampai saat ini menjadi medium yang semakin diperhitungkan dalam perkembangan seni rupa dewasa ini.

Adapun para seniman yang menjadi nominasi dalam penghargaan ini adalah: Jung-Min Bae, Peter Becker, Stefan Holmeier, Sandra Draschaft, Marc Thurow, Cornelia Erdmann, Beate Geissler, Oliver Sann, Sven Harguth, Hartmut Jahn, Min Kim, Susanne Kutter, Eric Lanz, BjØrn Melhus, Matthias Müller, Claudia-Aline Müller-Hermann, Ruth Katharina Scheel, Bianca Rampas, Anke Schäfer, Harald Schleicher, Nora Schmidt, Reni Scholz, Jan Verbeek, dan Anna Werkmeister. Karya-karya mereka akan diputarkan secara bergantian dalam pameran ini.

Sementara itu, juga akan diputarkan karya-karya video dari 9 orang seniman dari kota Bandung dan Ubud (Bali). Karya-karya ini merupakan kompilasi yang direkomendasikan oleh Arif (Mahasiswa Jurusan Psikologi UNPAD) dan Roy Voragen (Ahli Filsafat dan Politik, saat ini mengajar di jurusan FISIP UNPAD), yang bertindak sebagai kurator yang ditunjuk untuk melakukan seleksi karya bagi program pameran di Bandung. Kesembilan karya video yang dipamerkan merupakan pilihan dari 13 karya video yang diikutsertakan dalam proses seleksi ini. Para seniman yang karyanya masuk daftar rekomendasi adalah: Gustaff H. Iskandar, Ariani Darmawan, Prilla Tania, Rani Ravenina, Frino Bariarcianur, M. Akbar, Dodi Mustafa (a.k.a DOMUS), R.E. Hartanto, dan seorang seniman Italia-Amerika yang kini tengah berdomisili di Bali; Filippo Sciascia. Pemilihan karya seniman-seniman ini tidak dimaksudkan untuk menandingi karya-karya dari Jerman, melainkan sebuah upaya untuk mendapatkan karya-karya yang menarik untuk diapresiasi bersama oleh publik secara terbuka.

Selain acara pemutaran video dari Jerman dan Kota Bandung, juga akan diadakan acara diskusi mengenai perkembangan seni video di Indonesia. Acara ini akan menghadirkan pembicara dari ruangrupa. Rencananya, dalam acara diskusi juga akan diputar kompilasi karya video yang dikumpulkan oleh ruangrupa. Ruangrupa sendiri merupakan sebuah kelompok yang mengelola ruang inisiatif di Jakarta. Pada tahun 2003 mereka menyelenggarakan acara OK Video Festival di Galeri Nasional Jakarta, sebuah acara 2 tahunan yang secara khusus memamerkan karya-karya video yang pertama di Indonesia. Sebagai program sisipan, akan diputarkan kompilasi videoklip dari rumah produksi Cerahati pada hari Minggu, 27 Juni 2004, pukul 16.00 WIB. Cerahati merupakan rumah produksi video dari Bandung yang dikenal sering membuat video klip yang cenderung eksperimental.

Kyai Gede Utama, 26 Juni 2004
Bandung Center for New Media Arts

{ 0 comments… add one now }

Leave a Comment

You can use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

© Copyright Common Room Networks Foundation. All rights reserved.
Web by koesuma.com